![]() |
| Foto: Fitri Yanti, Lokasi: Pantai Teleng Ria, Pacitan |
Pagi ini, sesampainya di kantor,
taruh tas dan duduk lalu buka gadget untuk cek sosmed. Inii kegiatan penting
gak penting ya, tapi butuh juga. Seperti biasa, baca-baca update-an status
teman-teman, sesekali balas message di WA dan BBM.
Nah,
tiba-tiba saya terpaku baca postingan di wall salah satu teman SMA saya,
Berliana Caisaria: “Innalillahi Wainnailaihi Rooji'un. Turut berduka cita atas
wafatnya Berliana
Caisaria (Nana). S'moga amal
ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan
dan kesabaran ... Amiiinnnn”
Ya Allah,
seketika badan saya lemas dan mata langsung berkaca-kaca. Berbagai pertanyaan
tak terjawab mengalir dipikiran saya. Nana, secepat itukah dear? Kamu masih
begitu muda. Belum sempat kita bermain bersama lagi sejak belasan tahun lalu.
Kenapa?
Pertanyaan
terakhir itu yang membuat saya tidak lagi berkaca-kaca, tapi menangis. Kenapa?
Karena waktu yang ditentukan Sang Khalik sudah datang. Waktu Nana untuk kembali
kepadaNya, Allah SWT. Dapatkah kita menolak, menghindar, atau mengulur waktu
itu? Jawabannya pasti TIDAK.
Saat
menulis ini, tenggorokan saya tercekat, bukan hanya sedih mendengar berita
kepergian seorang teman tapi juga menengok ke dalam diri sendiri. Apa yang saya
punya? Darimana saya tahu saya sudah punya bekal untuk kehidupan yang abadi
itu? Kemana saja saya jalankan waktu yang dipunya di dunia ini? Kapan waktu itu
tiba?
Kapan
waktu kita?
Waktu
kita..
Jika dia
datang, sudah tidak lagi ada pilihan. Dia bisa datang kapan saja, dimana saja,
apapun kondisi kita. Waktu itu sudah tercatat di Lauhul Mahfuz.
“Dimanapun
kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam
benteng yang tinggi dan kokoh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka
mengatakan, “Ini dari sisi Allah”, dan jika mereka ditimpa suatu keburukan
mereka mengatakan “Ini dari engkau Muhammad.” Katakanlah, “semua datang dari
sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir
tidak memahami pembicaraan (sedikitpun)?” (QS. An-Nisa’ (4): 78)
Kapan waktu kita? Kemana saja kita selama masih ada waktu?
Apa yang kita perbuat? Semoga berita yang saya dapat hari ini menjadi alarm
kembali untuk kita semua. Renungkan kembali dan bersiaplah dalam menunggu.
Waktu kita…
“Selamat jalan teman,
semoga mendapat rahmah dan tempat yang mulia disisiNya. Ya Allah, ampunilah
Nana, terimalah dengan kasih sayangMU Ya Rabb.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar